Viral Kasus Polisi Tembak Polisi, Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage Tewas

Markas Besar (Mabes) polri sedang menangani kasus pelanggaran etik dan disiplin, yang dilakukan oleh dua polisi dalam kasus meninggalnya Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage yaitu Bripka IG dan Bripda IMS.

“Mabes (Markas Besar) sedang menangani kasus etik dan disiplin” kata Brigjen Ahmad Ramadhan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri.

Walaupun begitu, Ramadhan mengatakan kalau penanganan kasus pidana yang menyebabkan meninggalnya Bripda Ignatius pastinya masih di tindak lanjuti oleh Polres Bogor.

“Untuk pemeriksaan hukumannya di Polres Bogor. Namun kalau untuk etiknya sendiri ada di Propam (Divisi Profesi dan Pengamanan), karena Detasemen Khusus 88 kan satuan kerja (satker) dibawah markas besar (Mabes)” jelas Ramadhan.

Tidak hanya itu, Ramdhan juga mengatakan kalau awalnya kasus meninggalnya Bripda Ignatius Dwi Frisco Siregar diduga ditembak oleh temannya sesama anak buah kepolisian yaitu Bripda IMS Fan dan Bripka IG.

Sekarang ini, kedua polisi tersebut telah ditentukan dalam kejadian itu. Bripda IMS Fan dan Bripka IG telah ditangkap oleh Polri untuk ditindak lanjuti ke proses hukum.

Awalnya, kasus meninggalnya Bripda IDF yang viral di media sosial setelah Instagram @kamidayakkalbar mengunggah meninggalnya Bripda Ignatius Dwi Frisco Siregar yang diduga ditembak oleh sesama anggota polisi.

Brigjen Pol Ahmad Ramadhan sebagai Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri mengungkap peristiwa tersebut terjadi pada dini hari.

“Telah terjadi kecerobohan polri yang mengakibatkan meninggalnya saudara Bripda IDF pada minggu pekan tanggal 23 Juli tahun 2023 jam 01.49 WIB di Bogor” kata Ramadhan.

Atas kejadian tersebut, Poengky Indarti yang merupakan Anggota Komisi Kepolisian Nasional mengatakan kalau ia sangat menyesal dengan adanya korban yang meninggal karena kecerobohan salah satu anggota polri dalam menggunakan senjata api. Maka dari itu, Poengky Indarti mengingatkan timnya untuk lebih ketat lagi mengawasi para anggota polri dalam menggunakan senjata api.

READ  Terbaru, Ajun Komisaris Besar Polisi Achiruddin Sekarang Menjadi Tersangka Soal Gratifikasi

“Pastinya kami semua akan lebih ketat lagi untuk mengawasi para anggota polri dalam menggunakan senjata api agar tidak disalah gunakan” kata Anggota Komisi Kepolisian Nasional Poengky Indarti.

“Apalagi kami dengar korban polisi tersebut merupakan junior pelaku. Pastinya kami sangat menyayangkan hal ini, dan semoga kedepannya tidak ada kejadian seperti ini lagi. Kami turut berduka cita kepada keluarga besar korban” ujarnya Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage.

Tidak hanya itu, Anggota Komisi Kepolisian Nasional Poengky Indarti juga memberitahukan kepada semua anggota polisi kalau kejadian tersebut jangan sampai terulang lagi. Menurutnya kalau ada kasus seperti ini di kemudian hari akan diberikan hukuman pidana lebih besar lagi. Maka dari itu, dia mengingatkan kepada para Anggota Polisi untuk lebih berhati-hati lagi dalam menggunakan senjata api.

“Terakhir saya sangat berharap kepada semua anggota polisi untuk lebih berhati-hati lagi dalam menggunakan senjata api, karena saya tidak mau mendengar berita seperti ini lagi dikemudian hari jika Ada nanti kita berikan hukuman yang lebih besar lagi. Karena hal ini merupakan kecerobohan besar polisi yang perlu diperhatikan dan dijadikan pelajaran berharga” kata Poengky Indarti.

Menanggapi hal ini, para anggota polisi juga sangat merasa bersalah karena kecerobohan salah satu rekannya yang mengeluarkan senjata dari dalam tas sampai mengenai temannya yang berada di depan hingga meninggal. Para anggota polisi juga mengatakan, mereka akan berusaha untuk memperbaiki kesalahan tersebut dengan lebih berhati-hati lagi dalam menggunakan senjata.

“Kami dari anggota kepolisian meminta maaf kepada semua khususnya keluarga besar korban. Karena kelalaian salah satu anggota kami, sehingga membuat nama baik polisi dicap buruk oleh masyarakat sekitar. Hal ini akan kami jadikan pelajaran besar dan pastinya kami akan perbaiki kesalahan tersebut dengan lebih berhati-hati lagi dalam menggunakan senjata api” kata salah satu Anggota Polisi.

READ  Terbaru Aplikasi OLIN Dapat Mempermudah Sistem Adminstrasi Apotek Tahun 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *