Gaji Masih UMR Tapi Ingin Coba Investasi? Bisa Kok! Coba Pilih Instrumen Yang Cocok

Untuk Anda yang baru saja mulai melihat perencanaan keuangan (Financial Planning), pastinya paham banget kalau menabung saja tidak akan cukup buat mengurus keuangan pribadi. Karena sekarang sudah banyak Financial Planner (perencanaan keuangan) terkenal yang mengusulkan untuk memulai Investasi buat mengamankan keuangan di masa depan. Tetapi, tentu ada banyak tanda tanya mengenai hal ini khususnya untuk para pemula. Biasanya ada beberapa pertanyaan seperti: Harus memulai Investasi di mana? Bagaimana memilih instrumen yang tepat? dan masih banyak lainnya.

Tidak hanya itu, ada juga yang gajinya masih dibawah UMR dan pastinya sedikit kebingungan. Karena hanya memiliki dana yang terbatas, sehingga menanyakan apakah bisa memulai Investasi dengan dana serba terbatas? Namun ternyata jawabannya Bisa! Oleh karena itu, Anda perlu mengecek terlebih dulu jenis Instrumen Investasi yang cocok untuk Anda?

Pertama yang perlu Anda lakukan yaitu, memilih jenis Investasi yang paling tepat namun kalian juga perlu mengetahui apa saja keuntungan dan resikonya. Yang dimaksud keuntungan dan resiko dalam Investasi adalah Indikator yang dipakai buat melihat tingkat resiko Investasi yang bisa ditoleransi atau diterima oleh seorang penanam modal dalam mendistribusikan uangnya.

Salah satu yang perlu diperhatikan adalah resiko kesanggupan atau kerugian karena market mood atau naik turunya nilai instrumen saham yang dipilih. Seperti yang kita ketahui, ada beberapa jenis keuntungan dan resiko yang bisa di proses pengenalan mulai dari keuntungan atau resiko yang rendah, menengah dan cukup tinggi. Pastinya buat para pemula kami sangat menyarankan buat menunjuk keuntungan resiko rendah sebab terlihat lebih jarang turun drastis dan sangat stabil.

Langkah berikutnya yaitu mulai melaksanakan rencana berapa modal Investasi, yang bisa diberikan setiap bulannya. Hal ini dapat dilihat dengan mempertimbangkan keuangan kalian sendiri, jika Anda masih mempunyai gaji dibawah UMR. Tentu kamu perlu menganalisis juga berbagai hal seperti: Pertimbangkan jumlah tanggungan, apakah kalian mempunyai sumber penghasilan lain, dan berapa kira-kira pengeluaran bulanan kalian.

READ  Dua Bakal Calon Presiden, Ganjar Pranowo Dan Prabowo Subianto Saling “Klaim” Dekat Dengan Joko Widodo

Jika kalian sudah mempertimbangkan itu semua, maka kami bisa mendapatkan modal yang cukup ideal dan pastinya bisa dijadikan penanaman modal tanpa harus menunggu biaya pengeluaran bulanan ataupun tabungan. Meskipun jumlah nya tidak cukup besar contohnya hanya Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu perbulan juga tidak masalah sebab nanti bisa dipakai untuk standar menunjuk instrumen yang sesuai dengan modal yang kalian punya.

Anda juga perlu memahami dan mempelajari dasar penanaman modal supaya setiap kepastian mengenai penanaman modal yang dibuat sudah tepat atau telah dipertimbangkan. Contohnya, jika Anda mempunyai tabungan yang akan dialokasikan untuk penanaman modal maka kalian perlu betul-betul mempelajari bagaimana cara kerja pasar dan bagaimana resiko mengenai naik turunnya harga saham yang kalian punya. Jadi meskipun mendapatkan kerugian tentu bisa ditanggung sesuai dengan modal kalian.

Jika kalian sudah memahami berapa modal untuk investasi yang bisa dikeluarkan setiap bulan, saatnya menunjuk instrumen yang paling cocok. Namun untuk Anda yang tidak ingin repot, Anda bisa memilih emas sebagai Investasi yang pastinya menjanjikan. Lagi pula sekarang Investasi emas dapat dilakukan dengan bebas dan mudah anti ribet. Contohnya bisa menggunakan Fitur eMAS pada DANA yang mudah dilakukan sebab bisa dijalankan melalui Aplikasi. Kalian juga bisa memilih emas sesuai dengan jumlah modal yang dimiliki, nabung di eMAS pada DANA tentu Anda tidak perlu khawatir karena Aplikasi Dana sudah mempunyai sistem keamanan yang fantastis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *