Pelaku Kasus Penganiayaan Dan Penculikan Pemuda Di Cimahi Sudah Ditangkap

Barisan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort (polres) Cimahi membuka kasus penganiayaan dan penculikan pemuda yang berinisial AGR umur 22 tahun penduduk kota bandung, yang dipukuli dan diculik sampai pada akhirnya diturunkan di Rest Area Km 125 Kecamatan Cimahi Selatan. Tidak hanya itu, korban awalnya diculik lalu mendapatkan penganiayaan dengan cara dipukul. Serta dua tersangka yang diduga sebagai pelaku utama juga menjalankan aksinya dengan mengeluarkan senjata api lalu menodongkannya kepada korban.

“Tidak perlu khawatir, karena kami sudah menangkap semua pelaku” ucap Luthfi Olot Gigantara yang merupakan Ajun Komisaris Polisi Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort (polres) Cimahi. Luthfi Olot Gigantara memberitahukan kalau pelaku yang sudah ditangkap dan diamankan, sekarang telah menjadi tersangka. Tetapi ketika ditanya oleh beberapa orang tersangka yang sudah berhasil diamankan, Luthfi Olot Gigantara belum ingin memberi info lebih lanjut.

Sekarang pihaknya tentu akan membuat lebih dulu surat pemberitahuan perkembangan mengenai hasil penyidikan (SP2HP), kepada pihak korban. Selanjutnya sesudah selesai perkembangan mengenai kasus tersebut, menurutnya akan langsung disampaikan. “Buat info updatenya, pastinya kami akan memberitahukan namun sekarang kami akan buat SP2HP terlebih dulu kepada pelapor” kata Luthfi Olot Gigantara.

Seperti info-info mengenai penganiayaan dan penculikan yang sudah terjadi dalam menembus hitam, yang dialami oleh korban berinisial AGR. Ia ternyata diculik dan dipukuli oleh dua orang pria dengan ditodong senjata api, sehingga korban tersebut diturunkan di Rest Area Km 125 Kecamatan Cimahi Selatan.

“Pelaku tersebut menyamar sebagai keluarga dari pacar AGR yang merupakan adik kandung saya. Dan karena menurutnya penting, adik saya sendiri langsung mendatangi satu Mal di kawasan kapo buat bertemu dengan Pelaku” ucap Aris Raspati kakak dari korban. Sesudah sampai di lokasi tersebut, menurut Aris Raspati adiknya langsung datang ke lobi buat bertemu dengan pelaku. Sesudah bertemu, namun ternyata korban dipaksa buat masuk ke sebuah mobil yang berwarna hitam oleh pelaku-pelaku tersebut.

READ  Terbaru, Ajun Komisaris Besar Polisi Achiruddin Sekarang Menjadi Tersangka Soal Gratifikasi

Kedua pelaku tersebut, memaksa dan menyeret korban untuk naik ke mobil yang berwarna hitam milik si pelaku, dengan itu, pendorongan dan penganiayaan senjata api berlangsung. Aris Raspati yang merupakan kakak kandung korban memberitahukan, kalau dua orang pelaku itu berbagi peran, dan hal tersebut berdasarkan hasil keterangan adiknya. Salah satunya tetap mengemudi dan satu lainnya memberikan banyak pertanyaan kepada korban dengan memukul lalu mendorongkan senjata api. 

Selanjutnya pelaku-pelaku tersebut menurunkan korban di rest area Km 125 lalu kembali menyerang korban yang berinisial AGR, pada saat itu pelaku memaksa korban buat menelpon keluarganya buat meminta uang atau tebusan sebesar 3 juta rupiah. “Iya, setelah dipukuli adik saya langsung diturunkan di rest area (Km 125) dan pelaku pergi begitu saja. Tapi adik saya sangat beruntung, karena hpnya tidak dibawa oleh pelaku sehingga bisa menghubungi keluarga dan ia pulang naik angkot untuk mengambil motornya yang masih berada di mal” Kata Aris Raspati.

Keluarga korban pun sangat sedih melihat kondisi AGR, namun disisi lain mereka sangat bersyukur kalau korban masih bisa diselamatkan. Tidak semua orang bisa selamat pada saat diculik bahkan dianiaya, namun AGR sangat beruntung. Namun keluarga korban sangat dendam dengan pelaku tersebut, sehingga mereka melaporkan nya ke pihak yang berwajib, dan sekarang para pelaku sudah menjadi tersangka. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *