Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lanjutan Terbaru Kasus Penembakan 6 Laskar FPI, 4 Anggota Polri Diperiksa Bareskrim

 


Interogator Polri sudah mengecek 83 orang saksi terpaut masalah aksi kejahatan penembakan 6 anggota Laskar FPI di Jalur Tol Jakarta- Cikampek Kilometer 50, 4 saksi di antara lain merupakan anggota Polri.


Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan membenarkan kalau interogator Bareskrim Polri masih belum memutuskan satu orang juga sebagai terdakwa dalam masalah itu.


Bagi Ramadhan, alibi tim interogator Bareskrim Polri belum memutuskan terdakwa sebab sedang mengambil alat fakta untuk membuat masalah tindak kejahatan penembakan 6 Laskar FPI itu semakin terang- berderang.


" Mengapa belum terdapat terdakwa, sebab kita sedang mengumpulkan bukti- bukti betul," tutur Ramadhan, Rabu( 6 atau 1 atau 2021).


Bagi Ramadhan sepanjang ini interogator Bareskrim Polri telah mengecek 83 saksi dalam masalah itu, 4 orang saksi ialah anggota Polri yang diprediksi mengenali, merasakan serta melihat insiden perbuatan kejahatan itu.


" Hingga dikala ini saksi yang sudah ditilik interogator terdapat 83 orang. Dari 83 orang saksi itu, 4 saksi di antara lain anggota Polri," tuturnya.


Semacam diketahui, 6 anggota Front Pembela Islam( FPI) wafat 6 anggota Laskar FPI yang jua ialah ajudan dari atasan FPI Rizieq Shihab wafat ditembak anggota kepolisian. Insiden penembakan berlangsung di Jalur Tol Jakarta- Cikampek Kilometer 50.


Ada pula, penjelasan yang di informasikan oleh pihak kepolisian berlainan dengan pihak FPI. Oleh karena itu, Komnas HAM membuat Regu peninjauan serta Pelacakan untuk menguak permasalahan tersebut.


Komnas HAM sudah mengungkap hasil analitis serta membuktikan beberapa benda fakta dari posisi peristiwa penembakan 6 Laskar FPI.


Komisioner Komnas HAM Amiruddin melaporkan kalau regu pemeriksaan Komnas HAM sudah melaksanakan serangkaian pelacakan semenjak 7 Desember 2020 ataupun seperti itu mengikuti terdapatnya insiden penembakan itu.


Buat memahami insiden itu, Amiruddin mengatakan Komnas HAM sudah memintai penjelasan dari bermacam pihak antara lain dari FPI, Polda Metro Jaya, forensik, saksi- saksi dari FPI, aparat polisi di lapangan serta saksi dari golongan warga yang merasa melihat insiden itu.


Tidak hanya itu, regu pelacakan pula sudah melaksanakan analitis ataupun menelusuri tempat peristiwa kasus di Kilometer 50 serta memperoleh sejumlah beberapa barang yang dapat diamati sebagai bukti.


" Esok bukti- bukti ini memanglah butuh kita uji coba lagi," tutur Amiruddin dalam rapat pers di Kantor Komnas HAM, Senin( 28/ 12/ 2020 

Berlangganan via Email