Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dalami Kasus Suap Izin Ekspor Benih Lobster Terbaru, KPK Panggil Dua Saksi

 


Langkah baru dari Komisi Pemberantasan Korupsi( KPK) dalami kasus suap perihal izin ekspor bibit lobster di Kementerian Kelautan selanjutnya memanggil 2 saksi baru dalam investigasi ini.


"Hari ini dijadwalkan pemanggilan serta pengecekan 2 orang saksi untuk terdakwa SJT( Suharjito atau Direktur PT 2 Putra Perkasa atau DPP)," tutur Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri dikala dikonfirmasi di Jakarta, Senin( 4/ 1/ 2021).


Ia mengatakan nama 2 saksi itu, ialah Untyas Anggraeni( pegawai swasta) serta Bambang Sugiarto( wirausaha).


Tadinya, saksi Untyas tidak penuhi panggilan interogator KPK pada 28 Desember 2020 alhasil dijadwalkan balik pemanggilannya pada hari ini.


KPK memutuskan 7 terdakwa perkara tersebut, ialah mantan Menteri Kelautan serta Perikanan Edhy Prabowo( EP), Staf Khusus Menteri Kelautan serta Perikanan sekalian Wakil Pimpinan Eksekutif Tim Uji Tuntas( Due Diligence) Safri( SAF), Staf Khusus Menteri Kelautan serta Perikanan sekalian Pimpinan Eksekutif Tim Uji Tuntas( Due Diligence) Andreau Pribadi Misata( APM), serta Amiril Mukminin( AM) dari faktor swasta atau sekretaris individu Edhy. Selanjutnya, jajaran PT. Aero Citra Kargo, yaitu Siswadi (SWD), serta Ainul Faqih (AF) yang merupakan staff istri Menteri Kelautan dan Perikanan, dan terakhir Suhartijo(SJT).


Terdakwa EP diduga telah menerima dari beberapa perusahaan yang menampung izin ekspor bibit lobster berupa uang yang dimana hal ini dilakukakn perusahaan forwarder selanjutnya uang tersebut di tampung di dalam satu rekening sampai mencapai total 9,8 miliyar rupiah.


Tempat penampungan uang tersebut, dimasukkan ke rekening PT. ACK yang merupakan fasilitator satu-satunya pelayanan kargo ekspor bibit lobster yang selanjutnya uang tersebut dipindahkan ke rekening pemilik PT ACK, ialah Bahtiar dan Amri.


Berikutnya, pada tanggal 5 November 2020, Ahmad Bahtiar mengirim ke rekening staf istri Edhy bernama Ainul sebesar Rp3, 4 miliyar buat kebutuhan Edhy serta istrinya Iis Rosita Dewi, Safri, dan Andreau.


Uang itu diprediksi buat berbelanja barang mewah oleh Edhy serta istrinya di Honolulu, AS pada 21—23 November 2020 kurang lebih Rp750 juta. Beberapa benda mewah itu di antara lain berbentuk jam tangan Rolex, tas Tumi serta LV, serta pakaian Old Navy.


Berlangganan via Email