Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bareskrim Polri Tunggu Laporan Resmi Terbaru Kasus Grab Toko


Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sampai Rabu( 6/ 1/ 2021) petang belum menyambut informasi sah hal permasalahan yang terjalin di Grab Toko.


Meskipun begitu, penelurusan permasalahan dugaan tindak pidana penipuan serta manipulasi ini selama ada pemberitahuan resmi akan tetap dilakukan pihak Direktorat Tindak Pidana Siber di Bareskrim Polri.


Ketua Tindak Pidana Siber pada Bareskrim Polri Brigjen Pol. Slamet Uliandi menyampaikan bahwa timnya akan langsung melakukan penyelidikan selama ada laporan resmi ke Bareskrim Polri.

"Kita bakal dukung buat telusuri permasalahan itu," tuturnya pada Bisnis, Rabu( 6/ 1/ 2021).

Sepanjang ini, tutur Slamet, interogator Bareskrim Polri belum menyambut informasi masalah tindak pidana penipuan serta penggelapan yang saat ini tengah viral di media sosial itu.

"Laporannya belum terdapat di meja saya. Kita menunggu saja," ucapnya.

Tadinya dikabarkan kalau pihak Grab Toko program lokapasar kriya, membenarkan kalau manajemen industri tengah hadapi penipuan dari investornya.

Diambil lewat sosial medianya, Managing Director PT Grab Toko Indonesia Yudha Manggala Putra berkata industri hadapi permasalahan penipuan oleh penanam modal yang melaksanakan penggelapan anggaran.

“Aku Yudha Manggala Putra. Managing Director PT Grab Toko Indonesia. Pertama, mohon maaf atas keterlambatan reaksi dari pihak Grab Toko, dikala ini kita lagi memberi tahu penanam modal Grab Toko atas penggelapan duit pelanggan ke Mabes Polri di Trunojoyo Jakarta Selatan[nomor laporan menyusul sesudah penyidikan],” ucapnya serupa diambil Bisnis. com, Rabu( 6/ 1/ 2021).

Lebih lanjut, ia mengatakan kalau industri pula telah berupaya mengambil aset- aset penanam modal yang terdapat serta membekukan seluruh rekening mereka, supaya terhindar kerugian lebih besar lagi.

Grab Toko pada sosial medianya menyampaikan para konsumennya bahwa Grab Toko hendak mengembalikan duit pelanggan secepatnya sesudah lewat cara kepolisian. Sekali lagi Grab Toko memohon maaf atas kehilangan yang ditimbulkan. Yudha Manggala Putra

Tetapi, sampai disaat ini manajemen Grab Toko belum mengatakan siapa penanam modal yang melaksanakan penggelapan anggaran itu.

Di media sosial banyak pihak yang mengklaim sudah dibebani oleh Grab Toko. Produk yang telah dibeli tidak kunjung dikirimkan serta duit pembayaran pula belum dipulangkan.

Sekedar catatan, program itu tadinya agresif menjual handphone cerdas Android serta iPhone baru dengan harga bersaing. Salah satunya, iPhone 11 yang dijual mulai Rp5 juta serta Poco X3 NFC dihargai mulai Rp1 jutaan.

Ada pula lewat cuitan di halaman Twitter, beberapa warganet mulai memecahkan keganjilan dalam operasional Grab Toko, mulai dari domain internet yang diproteksi, umur domain baru 39 hari, CMS mengenakan program WordPress, kantor pusat yang terletak di co- working space, sampai pembayaran lewat rekening bank.

Salah satu utas dari account@secgron apalagi menuduh apa yang terjalin bagaikan penipuan terencana. Walaupun sedemikian itu, account ini mengkonfirmasi kalau no HP yang terpaut dengan PT Grab Toko Indonesia tertera atas julukan Yudha Manggala Putra.